RSS

How do I view the source code of a web page?

Source : http://www.computerhope.com/issues/ch000746.htm

 

Question

How do I view the source code of a web page?

Answer

All Internet browsers allow users to view the HTML or other source code of any of the web pages they visit. For example, a user can easily view the code used to generate this page by following the below examples. Below is a listing of some of the different major browsers and how to view the source code in each of those browsers.

Microsoft Internet Explorer users
Mozilla Firefox and Netscape users
Opera user

When viewing the source code of a web page it is important that you keep in mind that only information and code that is not processed by the server will be displayed in the source code. For example, almost all Internet search engines process information on the server and then display the results on a web page. This means you can view the code used to generate the results page but you cannot view the search engine’s source code.

This rule applies to all server side scripts, SSI, and code. Therefore, features such as search engines, forums, polls, chat, etc. will not display their code, and copying the information from the source code will likely only cause errors or direct you back to page you copied the information from.

Microsoft Internet Explorer users

To view the source code of a web page in Microsoft Internet Explorer, follow the below steps.

  1. Open Internet Explorer
  2. Click View
  3. From the drop-down-menu click “Source

Once the above steps have been completed a new window will open displaying the source code.

Mozilla Firefox and Netscape users

To view the source code of a web page in Mozilla Firefox or Netscape, follow the below steps.

  1. Open Mozilla Firefox or Netscape
  2. Click View
  3. From the drop-down-menu click “Page Source

or

  1. Press CTRL+U

Once the above steps have been completed a new window will open displaying the source code.

In Firefox you can highlight the portion of a web page you want to view the source code of and then right-click that highlighted section and click View Selection Source.

Use the Firebug add-on to not only view the source code of a page but change and view those changes live through the browser.

Opera users

To view the source code of a web page in Opera, follow the below steps.

  1. Open Opera
  2. Click View
  3. From the drop-down-menu click “Source

or

  1. Press CTRL+F3

Once the above steps have been completed a new window will open displaying the source code.

 

Tags: , ,

PERKUMPULAN KLUB MOTOR SESUKUBANGSA DAN PERANANNYA DALAM MEREDAM FENOMENA GENK MOTOR DI KOTA BANDUNG

LATAR BELAKANG

Fenomena kejahatan yang dilakukan oleh Geng Motor di kota Bandung sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Hal ini nampak dari pemberitaan di media-media setiap harinya, bahwa kejahatan tersebut tidak saja menimbulkan kerugian secara materi tetapi juga telah menimbulkan kerugian jiwa. Hal tersebut sangatlah ironis dan bertentangan dengan budaya masyarakat Indonesia yang dikenal dengan sopan santun, ramah tamah dan cinta damai.

Ada 4 (empat) Geng Motor yang cukup meresahkan di Bandung yaitu Moonraker, XTC, Brigez, dan Grab On Road (GBR). Mayoritas anggotanya terdiri dari remaja/pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Jika tujuan awal dibentuknya kelompok tersebut murni sebagai menyalurkan hobi maka sekarang sudah menjurus ke arah kejahatan yang cenderung terorganisir. Hal ini di buktikan dengan meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh kelompok  geng motor, antara lain :  penyerangan terhadap mini market dan menjarah isinya, pengrusakan kendaraan bermotor, pemalakan, penodongan, perampasan dan penganiayan serta pengroyokan hingga korban meninggal dunia.

Disisi lain terdapat juga beberapa perkumpulan klub motor di Kota Bandung yang justru memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya. Klub motor tersebut dibentuk berdasarkan kesamaan hobbi otomotif, kesamaan jenis dan merk kendaraan, serta kesamaaan tujuan sosial dalam klub motor tersebut. Beberapa klub motor tersebut diantaranya ada yang dibentuk berdasarkan kesamaan suku bangsa. Adapun klub motor sesuku bangsa yang ada di kota Bandung tersebut diantaranya adalah orang awak club (UAC). UAC merupakan klub motor orang – orang sesukubangsa Minangkabau di kota Bandung. UAC didirikan dalam rangka merangkul, khususnya, generasi muda suku Minangkabau yang ada dikota Bandung untuk menyalurkan hobbi otomotif secara positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.  serta tidak terjerumus ke dalam kelompok genk motor yang meresahkan masyarakat.

PERKUMPULAN KLUB MOTOR SESUKUBANGSA DI BANDUNG.

Disamping keberadaan beberapa Genk motor yang sangat meresahkan masyarakat di kota Bandung, terdapat beberapa perkumpulan klub motor di Kota Bandung yang justru memberkan manfaat kepada masyarakat sekitarnya. Klub motor tersebut dibentuk berdasarkan kesamaan hobbi otomotif, kesamaan jenis dan merk kendaraan, serta kesamaaan tujuan sosial dalam klub motor tersebut. Beberapa klub motor tersebut diantaranya ada yang dibentuk berdasarkan kesamaan suku bangsa. Adapun klub motor sesuku bangsa yang ada di kota Bandung tersebut diantaranya adalah orang awak club (UAC).

UAC merupakan klub motor orang – orang sesukubangsa Minangkabau di kota Bandung. UAC didirikan dalam rangka merangkul, khususnya, generasi muda suku Minangkabau yang ada dikota Bandung untuk menyalurkan hobbi otomotif secara positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

UAC diketuai oleh seorang yang dituakan oleh generasi muda Sukubangsa Minang Kabau di Kota Bandung dan dipilih secara musyawarah oleh komunitas tersebut. Adapun anggotanya adalah mayoritas generasi muda sukubangsa Minang Kabau

Adapun kegiatan yang  dilakukan oleh UAC adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang  otomotif, melaksanakan kegiatan sosial, dan touring ke luar Bandung.

PERANAN PERKUMPULAN KLUB MOTOR SESUKUBANGSA DALAM MEREDAM FENOMENA GENK MOTOR DI KOTA BANDUNG.

Sebagaimana diuraikan diatas bahwa terdapat beberapa genk motor dikota bandung yang sangat meresahkan masyarakat. Dan mayoritas anggotanya adalah remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Rentang umur tersebut merupakan masa remaja  yang sedang senang – senangnya berkumpul, bersosialisasi, berkreasi, bereksperimen menemukan jatidiri. Apabila tidak diarahkan dengan baik, maka para remaja yang memiliki hobby otomotif dalam terjerumus dalam penyimpangan dan bergabung dengan genk motor di Bandung.

Perkumpulan klub motor sesuku bangsa merupakan salah satu solusi untuk mengarahkan generasi muda menuju arah yang positif. Dalam klub motor tersebut, generasi muda dapat diarahka untuk berbuat positif.

Urang Awak Club (UAC) merupakan  salah satu klub motor yang didirikan berdasarkan kesamaaan hobbi otomotif sesame anggotanya yang memiliki suku yang sama yaitu Suku Minang Kabau Dikota Bandung. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan otomotif, kegiatan social, perlombaan, dan kegiatan touring ke daerah – daerah di wilayah Jawa Barat.

Kegiatan – kegiatan tersebut dapat meredam fenomena genk motor karena dilaksanakan secara positif dan menarik minat generasi muda khususnya yang bersuku bangsa Minag Kabau. Disamping itu keberadaan Klub Motor tersebut juga diikuti oleh berbagai kalangan yaitu : pengusaha, mahasiswa, pelajar, polisi dan lain – lain. Beberapa anggota Polri yang memiliki hobby otomotif dan bersuku Minangkabau juga bergabung di dalam komunitas klub motor UAC. Dalam klub UAC mereka tidak menonjolkan sikap dan atribut sebagai anggota Polisi dan bersikap sebagai anggota klub motor yang berbaur dengan anggota klub motor lainnya. Secara tidak langsung para polisi tersebut dapat memunculkan perannya melalui pemolisian masyarakat (community policing). Para polisi yang termasuk dalam klub UACtersebut dapat berbagi informasi tidak hanya tentang otomotif, tetapi juga dapat berbagi informasi tentang pentingnya peran masyarakat bersama – sama dengan polisi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Dan anggota yang lain terkadang memberikan informasi tentang gangguan dan ancaman keamanan dan ketertiban, termasuk tentang informasi tentang genk motor sehingga dapat melaksakan pencegahan maupun penindakan terhadap pelaku genk motor. Hal ini tentu saja cukup dapat meredam fenomena genk motor di Kota Bandung.

KESIMPULAN

  1. Beberapa klub motor di kota Bandung dibentuk berdasarkan kesamaan suku bangsa, salah satunya adalah Urang awak club (UAC) yang merupakan klub motor orang – orang sesukubangsa Minangkabau di kota Bandung. UAC didirikan dalam rangka merangkul, khususnya, generasi muda suku Minangkabau yang ada dikota Bandung untuk menyalurkan hobbi otomotif secara positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
  2. Kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan oleh klub motor sesuku bangsa khususnya UAC cukup dapat meredam fenomena genk motor karena dilaksanakan secara positif dan menarik minat generasi muda khususnya yang bersuku bangsa MinangKabau di Kota Bandung.

SARAN

  1. Agar pemerintah Daerah Kota bandung mengakomodir keberadaan klub – klub motor yang berbasiskan kesamaan sesuku bangsa karena dapat meredam fenomena genk motor di Kota Bandung.
  2. Agar Kepolisian daerah kota Bandung turut serta dalam mengembangkan keberadaan klub – klub basiskan kesamaan suku bangsa sebagai bagian strategi pemolisian masyarakat (community policing) guna mewujudkan keamanan dan ketertiban ditengah masyakat.

DAFTAR PUSTAKA

 

BUKU

Suparlan, P. 2008. “Hubungan Antar Suku Bangsa “. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Jakarta.

Yulizar, S. 2010. “Kontekstualisasi Kesukubangsaan di Perkotaan”. Institut Antropologi Indonesia. Jakarta

ARTIKEL INTERNET

Hasan, Mulyani. 2007. “Genk Motor di bandung”.

http://mulyanihasan.wordpress.com/2007/01/30/pos-214/, diakses pada 30 Maret 2011.

SL. 2010. “Belajar dari paguyuban klub motor di Bandung”

http://stephenlangitan.com/2010/07/belajar-dari-paguyuban-klub-motor-di-bandung/, diakses pada 30 Maret 2011.

 

Tags: , ,

PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DI INDONESIA

LATAR BELAKANG

Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia telah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Narkoba tidak lagi mengenal batas usia. Orang tua, muda, remaja bahkan anak – anak ada yang menjadi penyalahguna dan pengedar gelap Narkoba. Diperkirakan 1,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia adalah pengguna Narkoba. Peredaran gelap Narkoba di Indonesia pun tidak kalah mengkhawatirkan. Narkoba tidak hanya beredar di kota – kota besar di Indonesia, tetapi juga sudah merambah sampai ke pelosok desa.
Indonesia yang dahulunya merupakan Negara transit/ lalu lintas perdagangan gelap Narkoba karena letak geografis negara Indonesia yang sangat strategis (posisi silang), telah berudah menjadi Negara produsen Narkoba. Hal ini dapat dilihat dengan terungkapnya beberapa laboratorium narkoba (clandenstin lab) di Indonesia. Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi, liberalisasi perdagangan serta pesatnya kemajuan industri pariwisata telah menjadikan Indonesia sebagai Negara potensial sebagai produsen Narkoba.
Posisi Indonesia yang sudah berkembang sebagai Negara Produsen Narkoba telah menghadapkan Indonesia pada masalah yang sangat serius. Peredaran Narkoba yang semakin “menggila” disamping berakibat sangat buruk bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara, pada akhirnya dapat pula menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban Nasional.

NARKOBA DAN BAHAYA PENYALAHGUNAANNYA

NARKOBA

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan berbahaya lainnya. (BNN, 2010).
Istilah narkotika yang dikenal di Indonesia berasal dari bahasa Inggris Narcotics yang berarti obat bius, yang sama artinya dengan kata Narcotics, dalam bahasa yunani yang berarti menidurkan atau membiuskan. Menurut pasal 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, pengertian Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini.
Adapun yang termasuk Narkotika berdasarkan UU ini adalah dikelompokan dalam golongan I, II dan III. Golongan I terdiri dari 65 (enam puluh lima) zat/ senyawa, diantaranya tanaman papaver somniverum L kecuali bijinya, opium mentah/ masak (candu), koka, kokain mentah, kokaina, ganja, Tetrahydrocannabinol, dan semua isomer serta semua bentuk stereo kimianya, Delta 9 tetrahydrocannabinol, dan semua bentuk stereo kimianya, Heroina, Asetorfina, Acetil – alfa – metil fentanyl, amfetamina (ectacy), Metamfetamina (shabu – shabu) dan lain – lain. Golongan II terdiri dari 86 (delapan puluh enam) zat/ senyawa, diantaranya Alfasetilmetadol, Alfameprodina, Alfametadol, trimeperidina, Asetildihidrokodein, Dekstropropoksifena, Metadona, Petidina, dll. Dan Golongan III terdiri dari 14 (empat belas) zat/ senyawa, diantaranya Asetildihidrokodeina, Etilmorfina, Kodeina, buprenorfina, garam-garam dari Narkotika dalam golongan tersebut diatas, campuran atau sediaan difenoksin dengan bahan lain bukan narkotika dan campuran atau sediaan difenoksilat dengan bahan lain bukan narkotika, dan lain – lain. Sedangkan precursor Narkotika terdiri dari Acetic Anhydride, N-Acetylanthranilic Acid, Acetone, Anthranilic Acid, Ethyl Ether dan lain – lain.
Psikotropika menurut pasal 1 UU No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Berdasarkan UU No 5 tahun 1997, Psikotopika dikelompokan dalam golongan I, II, III dan IV. Namun berdasarkan UU No 35 tahun 2009, golongan I dan II psikotropika tersebut dipindahkan dalam golongan I Narkotika. Adapun golongan III psikotropika terdiri dari 9 (sembilan) zat/ senyawa, diantaranya : Amobarbital, Flunitrazepam, Bromazepam, dan lain – lain. Sedangkan Golongan IV terdiri dari 60 (enam puluh) zat/ senayawa, diantaranya : Allobarbital, Alprazolam, Aminorex, Etil amfetamina, Vinilbital, dan lain – lain.
Adapun yang menjadi zat berbahaya lainnya adalah alkohol yang terdapat dalam minuman keras atau zat lainnya, nikotin yang terdapat dalam rokok, zat dalam lem/ perekat dan lain – lain.

BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Narkoba adalah zat atau obat yang sangat berbahaya jika disalahgunakan. Penyalahgunaan Narkoba mengakibatkan ketergantungan, mengganggu sistem syaraf pusat dan dapat menyebabkan ganguan fisik, jiwa, sosial dan keamananan. Sifat utama yang terkandung dalam Narkoba dapat mengakibatkan beberapa efek terhadap pengguna yang berlebihan secara umum berdampak sugesti (keinginan yang tak tertahankan terhadap Narkoba), toleransi (kecendrungan untuk menambah dosis), ketergantungan secara psikis (gelisah emosional), dan ketergantungan secara psikis (gejala putus zat).
Selain itu penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan bermacam-macam bahaya atau kerugian. Adapun kerugian itu antara lain terhadap pribadi, kehidupan keluarga, kehidupan social bermasyarakat serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
Terhadap pribadi, Narkoba mampu merubah kepribadian penggunanya secara drastis seperti berubah menjadi pemurung, pemarah bahkan melawan terhadap siapapun. Menimbulkan sifat masa bodoh sekalipun terhadap dirinya sendiri, seperti tidak lagi memperhatikan lingkungan disekitarnya. Cendrung untuk melakukan penyimpangan. Bahkan tidak jarang melakukan penyiksaan terhadap diri sendiri karena ingin menghilangkan rasa nyeri atau menghilangkan sifat ketergantungan Narkoba.
Terhadap keluarga, seorang pengguna Narkoba tidak lagi segan mencuri barang – barang di rumah untuk untuk membeli narkoba, tidak lagi menjaga sopan santun di rumah bahkan melawan kepada orang tua serta mencemarkan nama keluarganya sendiri.
Terhadap kehidupan social, seorang pengguna Narkoba cendrung melakukan pnyimpangan social dan perbuatan criminal karena pandangannya terhadap norma-norma yang ada ditengah masyarakat, termasuk norma hokum dan agama sudah demikian longgar. Serta sering melakukan kegiatan yang berbahaya bagi ketentraman dan keselamatan umum untuk mendapatkan uang guna membeli Narkoba seperti mencuri, memeras, membunuh, menodong, merampok, melacur dan sebagainya.
Terhadap Kehidupan berbangsa dan bernegara, peredaran Narkoba yang semarak dapat merupakan ancaman terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan banyaknya generasi penerus bangsa yang mengkonsumsi Narkoba maka akan tidak ada lagi calon – calon pemimpin bangsa yang bisa diandalkan karena secara fisik dan psikis pengguna Narkoba mengalami kemunduran dan keterbelakangan.
Disamping hal tersebut diatas, seorang pengguna Narkoba juga rentan tertular penyakit berbahaya, mengalami over dosis yg dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, proses fikir dan perilaku. Bahkan tidak jarang para pengguna Narkoba berakhir dengan kematian yang mengenaskan.

PEREDARAN GELAP NARKOBA DI INDONESIA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

PEREDARAN GELAP NARKOBA DI INDONESIA

Pada saat ini Indonesia tidak hanya sekedar menjadi daerah transit/ lalu lintas Narkoba karena posisinya yang strategis. Jumlah penduduk yang besar, letak goegrafis yang strategis dan kondisi sosial politik tengah berada pada proses transisi dimana stabilitas politik dan keamanan masih sangat labil dan rapuh telah mendorong Indonesia menjadi daerah tujuan perdagangan Narkoba. Parahnya lagi, beberapa tahun belakangan ini Indonesia juga diindikasikan sebagai daerah penghasil Narkoba. Hal ini dapat dilihat dengan terungkapnya beberapa laboratorium narkoba (clandenstin lab) yang cukup besar di Indonesia. Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi, liberalisasi perdagangan serta pesatnya kemajuan industri pariwisata telah menjadikan Indonesia sebagai Negara potensial sebagai produsen Narkoba.
Peredaran Narkoba di Indonesia pada hakekatnya melalui 3 ( tiga ) komponen utama yaitu Produsen, Distributor dan Konsumen. Beberapa lingkungan tempat yang sering menjadi sasaran peredaran gelap Narkoba antara lain Lingkungan Pergaulan danTempat Hiburan ( Diskotik, Karaoke, Pub ), Lingkungan Pekerjaan baik di institusi pemerintahan maupun swasta bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa di lingkungan Polri sendiri di dapati kasus penyalahgunaan narkoba, Lingkungan Pendidikan Sekolah, Universitas/Kampus sangat memungkinkan terdapat peredaran narkoba karena banyak nya interaksi yang terjadi baik antar teman maupun lingkungannya, Lingkungan tempat tinggal Perumahan Asrama, Tempat Kost / rumah kontrakan, Apartemen dan Hotel.
Disamping dari Dalam Negeri, Narkoba juga masih banyak yang didatangkan dari Luar Negeri. Hal ini dapat terjadi melalui pengiriman darat, laut maupun udara.
Peredaran Narkoba lewat darat sering terjadi di perbatasan antara Indonesia dengan Negara sekitar. Hal ini terjadi karena lemahnya sistema dan pengawasan keamanan Indonesia di daerah perbatasan. Para aparat dan petugas yang bekerja diperbatasan tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Serta kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan perkembangan daerah perbatasan telah mengakibatkan kesenjangan yang cukup besar antara masyarakat Indonesia dan daerah perbatasan. Hal ini cendrung mendorong masyarakat local untuk melakukan upaya kriminal dan bukan tidak mungkin membantu atau membiarkan terjadinya peredaran Narkoba untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Peredaran Narkoba lewat laut juga termasuk sering dilakukan. Wilayah Indonesia yang % adalah lautan adalah pintu bagi masuknya Narkoba di Indonesia. Tidak semua wilayah bisa terkawal dengan optimal oleh petugas Polair Polri, TNI Angkatan Laut maupun oleh Departemen terkait lainnya. Belum lagi control yang kurang sangat rentan dimanfaatkan oleh oknum petugas untuk meloloskan Narkoba masuk ke Indonesia, dengan mengharapkan untuk mendapat imbalan ataupun suap.
Peredaran Narkoba melalui udara juga rentan menjadi akses masuk Narkoba ke Indonesia. Walaupun beberapa bandara di Indonesia sudah dilengkapi dengan alat pendeteksi Narkoba yang canggih, namun masih banyak sekali bandara yang belum memilikinya. Apalagi semakin lama modus dan upaya penyelundupan Narkoba ke Indonesia semakin berkembang mulai dari melalui kurir anak – anak dan perempuan sampai dengan cara – cara yang tidak masuk akal seperti menelan Narkoba dengan dibungkus semacam pembungkus khusus untuk menghindari pendeteksian Narkoba oleh petugas.

UPAYA PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DI INDONESIA

Penanggulangangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba wajib dilakukan oleh pemerintah melalui aparat penegak hukum dan fungsi terkait. Namun demikian peran serta masyarakat dalam menanggulangi Narkoba juga mutlak diperlukan. Tanpa peran serta masyarakat. Upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan secara maksimal.
Langkah penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba yang dilakukan polri dapat digolongkan menjadi 3 upaya yaitu preemtif, preventif maupun repsesif.
Upaya pre-emtif antara lain dilakukan dengan cara educatif pembinaan dan pengembangan lingkungan pola hidup masyarakat, menciptakan hubungan yang harmonis antar sesama masyarakat dan antara masyarakat dengan Polri melalui upaya penyuluhan dan sambang, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam turut serta menjaga keamanan ditengah masyarakat itu sendiri, dan memberikan pencerahan bahwa menggunakan, membeli bahkan sampai memperjual belikan Narkoba adalah perbuatan melanggar norma hukum dan norma agama, serta mengadakan pendekatan solusi usaha mengantikan tanaman ganja yang sering di tanam dengan tanaman pengganti yang lebih memiliki nilai jual tinggi namun tidak melanggar hukum bagi masyarakat petani di Aceh. Disamping itu upaya pre emtif juga dapat dilakukan melalui upaya lidik, pengamanan dan penggalangan. Upaya pre – emtif sebagaimana tersebut diatas dapat dilakukan oleh fungsi Bimbingan masyarakat (Bimmas) dan fungsi intelijen Polri. Disamping itu upaya upaya edukasi, pembinaaan dan pengembangan lingkungan hidup juga dapat dilakukan oleh fungsi Polair terhadap masyarakat perairan dan masyarakat kepulauan di pulau – pulau yang sulit terjangkau.
Upaya preventif dapat dilakukan melalui upaya mencegah masuknya narkoba dari Luar negeri dengan melakukan pengawasan secara ketat di daerah-daerah perbatsan seperti Bandara, pelabuhan laut dan perbatasan-perbatasan darat. Disamping itu untuk mencegah lalulintas Narkoba ilegal di dalam negeri dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti : operasi khusus / razia di jalan – jalan terhadap kendaraan roda 2 dan roda 4 pada daerah rentan lalu lintas Narkoba dengan sistem zig zag sehingga tidak terbaca oleh jaringan pengedar Narkoba, melakukan Razia di tempat-tempat rawan lalulintas narkoba secara ilegal atau tempat-tempat rawan transaksi narkoba seperti tempat – tempat hiburan (Diskotik,karaoke,pub, kafe wareng remang dan lain-lain), mengadakan patroli pencarian sumber Narkoba atau ladang ganja meliputi seluruh wilayah terpencil, mencegah kebocoran Narkoba dari sumber-sumber resmi seperti Rumah sakit, Apotik, Barang bukti dari aparat kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan lainya, pencegahan melalui kegiatan penyuluhan, penerangan dan bimbingan tentang bahaya narkoba, dan juga tentang perlunya pengawasan lingkungan oleh masyarakat sendiri terutama keluarga. Upaya preventif ini dapat dilakukan oleh fungsi samapta, lalu lintas, dan lain – lain.
Sedangkan upaya represif berupa upaya penindakan/ penegakan hukum terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dapat dilakukan dengan upaya penyelidikan dan penyidikan secara professional oleh fungsi Reskrim / Res Narkoba Polri. Adapun upaya tersebut dilakukan dengan memperhatikan perangkat hukum yang ada secara maksimal dan tepat sasaran agar tercipta keseimbangan antara perbuatan yang dilakukan dengan sanksi hukuman yang diterapkan serta menindak bagi siapa saja yang menghalangi atau mempersulit penyidikan serta penuntutan dan pemeriksaan perkara tindak pidana Narkotika dan atau tindak pidana Prekursor Narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 138 UU No 35 tahun 2009. Dan perkara penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba termasuk perkara yang didahulukan dari perkara lainya untuk diajukan ke pengadilan untuk penyelesaian perkara secepatnya sesuai pasal 74 UU No 35 tahun 2009 dan pasal 58 UU No 5 tahun 1997.
Disamping hal tersebut diatas dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dari luar negeri, Polri melakukan kerjasama dengan kepolisian Negara lain baik berupa kerjasama antar Negara, kawasan regional ASEAN maupun Interasional melalui Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) melalui wadah Interpol. Kerjasama tersebut dapat berupa bantuan dalam penyidikan tindak pidana Narkoba maupun kerjasama pendidikan melalui Jakarta Center for Law Enforcemet Cooperation (JCLEC) dan United Nation on Drug and Crime (UNODC). Tentu saja kerjasama Polri ini perlu didukung dan ditindak lanjuti oleh pemerintah Negara dengan melakukan kerjasama Government to Government dalam bentuk kerjasama atau perjanjian ekstradisi dan perjanjian bantuan hukum timbal-balik dalam masalah pidana.

PERANAN LEMBAGA PEMERINTAH KEMENTERIAN DAN NON KEMENTERIAN

Dalam melaksanakan penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, Polri dapat bekerjasama dengan lembaga pemerintah kementerian dan non kementerian, seperti Dirjen Bea Cukai, Dirjen Imigrasi, Departemen Agama, Departemen Pariwisata Seni dan Budaya, Badan Pom, Kejaksaan, Kehakiman, Badan Narkotika Nasionla (BNN), dan lain – lain.
Dalam UU No 35 tahun 2009 juga dijelaskan bahwa Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia dan penyidik BNN berwenang melakukan penyidikan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Dan dalam prakteknya Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia dan penyidik BNN dapat melakukan kerjasama dan koordinasi dalam melakukan penyidikan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

PERAN SERTA MASYARAKAT

Masyarakat memiliki kesempatan yang seluas – luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba sesuai dengan pasal 104 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 54 UU No 5 TAHUN 1997 tentang Psikotropika.
Peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui upaya mencari, memperoleh dan memberikan informasi, menyapaikan saran dan pendapat serta memperoleh jawaban atas pertanyaan tentang laporannya mengenai adanya dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.
Selain hal tersebut diatas, peran serta masyarakat dapat dilakukan dengan berbagi cara sesuai dengan lingungan dengan mewujudkan keluarga yang harmonis dan lingkungan sosial yang sadar akan bahaya Narkoba. Hal ini juga dapat dilakukan oleh masyarakat melalui jalur/ lingkungan pendidikan, kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial masyarakat lainnya.

KESIMPULAN

a. Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan berbahaya lainnya yang merupakan zat atau obat yang sangat berbahaya jika disalahgunakan. Penyalahgunaan Narkoba mengakibatkan ketergantungan, mengganggu sistem syaraf pusat dan dapat menyebabkan ganguan fisik, jiwa, sosial dan keamananan.
b. Adapun kerugian akibat penyalahgunaan Narkoba memiliki dampak terhadap pribadi, kehidupan keluarga, kehidupan social bermasyarakat serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
c. Jumlah penduduk yang besar, letak goegrafis yang strategis dan kondisi sosial politik tengah berada pada proses transisi dimana stabilitas politik dan keamanan masih sangat labil dan rapuh telah mendorong Indonesia yang dahulunya hanya sebagai daerah transit/ lalu lintas Narkoba menjadi daerah tujuan perdagangan bahkan telah pula terindikasi sebagai Negara penghasil / produksi Narkoba.
d. Upaya penanggulangangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba wajib dilakukan oleh pemerintah melalui aparat penegak hukum dan instansi /fungsi terkait. Namun demikian peran serta masyarakat dalam menanggulangi Narkoba juga mutlak diperlukan agar upaya tersebut dapat berjalan optimal.

SARAN

a. Agar menggalakkan sosisalisasi UU Narkoba yang baru yaitu UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, sehingga dapat meningkatkan eksistensi Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama – sama Polri serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia.

b. Agar menggalakan upaya – upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Narkoba dan mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemberantasannya. Hal ini dapat dilakukan melalui penyuluhan Narkoba sampai ke tingkat RT/RW serta pemberian penghargaan terhadap lingkungan bebas Narkoba termasuk individu – individu yang telah berjasa membantu pemerintah /aparat penegak hukum dalam upaya peran serta penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

c. Agar meningkatkan kerjasama antara Polri dengan lembaga pemerintah kementerian dan non kementerian yang berhubungan dengan penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Hal ini dapat diwujudkan dengan membuat perjanjian kerjasama atau memorandum of understanding (Mou) yang ditindak lanjuti dengan pembentukan satuan tugas (satgas) anti Narkoba yang komprehensif.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU
Modul Manajemen Opsnal Kepolisian PTIK, 2007.
Ismail, Chairuddin. “Kapita selekta penegakkan hukum tindak pidana tertentu”. PTIK Press, 2007.
Kelana, Momo. “Konsep – konsep hukum Kepolisian Indonesia”. PTIK Press, 2007

Artikel internet
King, Travel. “Pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba”
, http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1900061-pencegahan-dan-penanggulangan-penyalahgunaan-narkoba/ diakses pada 20 Mei 2011.

Antara News. “1,5 persen penduduk Indonesia pengguna Narkoba”
http://hileud.com/15-persen-penduduk-indonesia-pengguna-narkoba.html diakses pada 20 Mei 2011.

Peraturan Perundang – undangan
Undang – Undang RI Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP
Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
Undang – Undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

 

Tags: , , , ,

JANGAN-JANGAN SAYA SENDIRI JUGA MALLING

oleh : Taufiq Ismail

Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,

terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.

Penganggur 40 juta orang, anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid,

pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1,5 juta orang,

VCD koitus beredar 25 juta keping,

kriminalitas merebak di setiap tikungan jalan

dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.

Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol

di ruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya,

dan di punggung kita dicap sablon besar-besar

Tahanan IMF dan Penunggak Hutang Bank Dunia.

Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu,

menjual tenaga dengan upah paling murah sejagat raya.

Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri

penuh harapan dan angan-angan di pelabuhan dan bandara,

ketika pulang lihat mereka berdukacita

karena ada majikan mungkir tidak membayar gaji,

banyak yang dirotan disiksa malah diperkosa

dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.

Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali.

Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku.

Dulu penjajah kita satu negara, kini penjajah multi-kolonialis banyak

bangsa.

Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luarbiasa dan berlebihan senyumnya.

Makin banyak kita meminjam uang mereka makin gembira

karena leher kita makin mudah dipatahkannya.

Di negeri kita ini, prospek industri bagus sekali.

Berbagai format perindustrian, sangat menjanjikan, begitu laporan

penelitian.

Nomor satu paling wahid, sangat tinggi dalam evaluasi,

hari depannya penuh janji,

adalah industri korupsi.

Prosedur investasi industri korupsi tidak dipersulit birokrasi sama sekali,

karena iklim kondusif, banyak fihak partisipatif, cerah secara prospektif,

sehingga sangat atraktif, pasti produktif, semangatnya kreatif,

dan terhadap mereka yang reaktif dan negatif,

akan dipasang penangkis kuda-kuda antisipatif.

Shareholder, stakeholder dan keyholder industri korupsi ini lebar sekali,

meliputi semua potongan hidung — pesek dan mancung –,

lalu bentuk mata – sipit dan membuka –,

visi dan misi, kelompok politisi, praktisi ekonomi seluas-luas profesi,

dipayungi oleh kroni, hubungan famili, ikatan ideologi, suku itu dan ini

dari mana saja provinsi.

Apalagi di negeri kita lama sudah tidak jelas batas halal dan haram,

ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam.

Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret,

jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras,

yang di atas tukang tindas.

Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia hari ini, sudah untung.

Penamaan koruptor sudah tidak menggigit lagi kini,

istilah korupsi sudah pudar dalam arti.

Lebih baik kita memakai istilah malling.

Malling dengan dua el, membedakannya dari maling dengan satu el.

Lihatlah para malling itu kini mencuri secara berjamaah.

Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu’.

Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya.

Begitu sistematik prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya.

Begitu khusyu’nya, engkau kira mereka beribadah.

Kemudian kita bertanya, mungkinkah ada malling yang istiqamah?

Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya,

membentang dari depan sampai ke belakang,

melimpah dari atas sampai ke bawah,

tambah merambah panjang deretan saf jamaah.

Jamaah ini lintas agama, lintas suku dan lintas jenis kelamin.

Bagaimana melawan malling yang mencuri secara berjamaah?

Bagaimana menangkap malling yang prosedur pencuriannya

malah dilindungi dari atas sampai ke bawah?

Dan yang melindungi mereka, ternyata,

bagian juga dari yang pegang senjata dan yang memerintah.

Bagaimana ini?

Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi

MOU (Memorandum of Understanding) dan MUO (Mark Up Operation),

tangan kanannya membuat yayasan beasiswa,

asrama yatim piatu dan sekolahan.

Kaki kiri jamaah ini melakukan studi banding pemerasan

dan mengais-ngais upeti ke sana ke mari,

kaki kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji.

Otak kirinya merancang prosentase komisi pembelian,

pembobolan bank dan pemotongan anggaran,

otak kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha

dan memohon ampunan Tuhan.

Bagaimana caranya melawan malling begini yang mencuri secara berjamaah?

Jamaahnya kukuh seperti benteng kraton,

tak mempan dihantam gempa dan banjir bandang,

malahan mereka juru tafsir peraturan dan merancang undang-undang,

penegak hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian.

Bagaimana caranya memroses hukum malling yang jumlahnya ratusan ribu,

bahkan kini sudah jutaan, cukup membentuk sebuah negara mini,

meliputi mereka yang pegang kendali perintah,

eksekutif, legislatif, yudikatif dan dunia bisnis,

yang pegang pestol dan mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi.

Bagaimana caranya?

Mau diperiksa dan diusut secara hukum?

Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan?

Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman?

Hakim dan jaksa yang steril bersih dari penyuapan?

Percuma. Buang tenaga.

Seratus tahun pengadilan, setiap hari 12 jam dijadwalkan

Insya Allah tak akan habis, tak akan terselesaikan.

Dua puluh presiden kita turun dan kita naikkan,

Masalah ruwet kusut ini tak habis teruraikan.

Kita selama ini sudah terperangkap, terjerembab, terikat, terjerat

dalam sistem yang kita sendiri buat,

sistem yang ruwet, kusut, keriting dan berbelit sangat,

yang dari padanya, rakyat tidak mendapat manfaat.

Dan karena kita semua terlibat,

merubahnya seperti kita tak lagi dapat.

Jadi, saudaraku, bagaimana caranya? Kita harus membujuk mereka.

Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dibujuk

agar bersedia mengembalikan jarahan yang bertahun-tahun

dan turun-temurun sudah mereka kumpulkan.

Kita doakan Allah membuka hati mereka,

terutama karena terbanyak dari mereka orang yang shalat juga,

orang yang berpuasa juga, orang yang berhaji juga,

orang yang melakukan kebaktian di gereja, pergi ke pura dan vihara juga.

Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka,

agar bersedia kepada rakyat mengembalikan jarahan mereka.

Celakanya, jika di antara jamaah malling itu ada keluarga kita,

ada hubungan darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata,

tak sampai hati menegurnya.

Celakanya, bila di antara jamaah malling itu

ada orang partai kita, orang seagama atau sedaerah,

kita cenderung menutup-nutupi fakta, hukumnya lalu dimakruh-makruhkan

dan diam-diam berharap semoga kita mendapatkan cipratan harta

tanpa ketahuan siapa-siapa.

Malling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati.

Dan lihat kini jendela dan pintu rumah Indonesia dimakan rayap.

Kayu kosen, tiang, kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai.

Dinding dan langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap.

Tempat tidur dan lemari, meja kursi dan sofa, televisi rumah Indonesia

dijarah anai-anai.

Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumah Indonesia

sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap.

Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna.

Aku berdiri di pekarangan, terpana menyaksikannya.

Tiba-tiba datang serombongan anak muda dari kampung sekitar.

“Ini dia rayapnya! Ini dia Anai-anainya!” teriak mereka.

“Bukan. Saya bukan Rayap, bukan!” bantahku.

Mereka berteriak terus dan mendekatiku dengan sikap mengancam.

Aku melarikan diri kencang-kencang.

Mereka mengejarkan lebih kencang lagi.

Mereka menangkapku.

“Ambil bensin!” teriak seseorang.

“Bakar Rayap!” teriak mereka bersama.

Bensin berserakan dituangkan ke kepala dan badanku.

Seseorang memantik korek api.

Aku dibakar.

Bau kawanan rayap hangus.

Membubung

Ke udara.

 
Leave a comment

Posted by on May 13, 2011 in Seni / Art

 

Tags: , ,

A JOURNEY TO “PTIK”

My name is Ardi Kurniawan. My nick name is Ardi. I come from Padang, West Sumatera.   I decided to be a police officer because I want to give my best to this country through Indonesian national police. In fact, no country in the world can run and develop well without police institution, so do Indonesia. The police has the important role in stabilizing and keeping the safety and comfort circumstance. In another side, not all Indonesian people support INP, Some of them are not satisfied because of the arrogance and power abusing of some INP officers. In this context, I would like to contribute in realizing the INP work professionals, humanists, supported and loved by society.

In 2001, I graduated Taruna Nusantara Senior High School, within Magelang, in Central Java and then in 2002 I joined Police Academy for three and a half years. In Police Academy I learned about law and operational procedure of police management. Beside that there were some extracurricular that I joined, such as joining drum corp “cendrawasih” and joining with football team.

In December 2005, I graduated from police academy. Then, because I got the best ten, I was assigned in West Java Regional Police. And my first post is as chief of public service center 3 in Bandung District Police. The responsibility of my job is receiving the public report about crime, arriving and securing crime scene, coordinating with crime investigator and then reporting all that I have done to chief of operational division and chief of Bandung District police. In running that service I worked with three personnel. I worked for four months. The most interesting experience was when we chased the murder case. Many people was interested to enter the crime scene. My responsibilities are to secure the crime scene and to ensure the crime scene in status quo until the investigator came, and in the end the murder case was revealed.

After that first assignment, then I posted as chief of crime investigation sub unit 5 in Bandung District Police. My duties were to investigate the conventional crime and arrested the suspect and my routine activities such as collecting the crime information with my personnel and analyzing the information.  Then, I reported all that I have done to chief of crime investigation unit 2. In my 9 months, there were many cases that I had investigated, such as murder, burglary, robbery, kidnap and etc. one of the most unforgettable experiences that I can’t forget is when I chased the murder case. The victim was Japanese. From the first analyzing when we came to the crime scene. We alleged her security man was the suspect whom he was disappeared and nobody knew where he went. After collected information from another witnesses, we moved to pursue the alleged man. As we knew that his mother home was within  Kebumen, in Central Java, my team and I went to his home. We found nothing when we arrived at his mother house. And his mother, father, sisters and brothers did not know where he was. After 3 days there, we decide to move back to Bandung Central Java. Actually it was our strategy, we pretended to leave Kebumen, in fact, we were still around there and we were watching them. We under covered there about 15 days, and on the sixteenth day the alleged man came to his house. We examined him and finally he told that he was the killer, and then we brought him to the jail to responsible his act. After that position, I got promotion as chief of crime investigation unit 3 in Central Bandung Resort Police for 13 months and then as chief of crime investigation unit in Coblong sector police for 8 months. Btw at the same time, I also graduated faculty of law in Lang Lang Buana University, Bandung West Java.

My last post before joining PTIK was as chief cadet platoon in Police Academy. I proud to be there because the men that posted as chief of cadet platoon were the best 20 of each batch in Police Academy. After three months conducted my duty, I was assigned to work as administration and security officer in Jakarta Centre for Law Enforcement and Cooperation (JCLEC). JCLEC is located within Police Academy in Semarang. JCLEC that jointly operated by Indonesian National Police (INP) and Australian Federal Police (AFP) is intended as a resource for the southeast Asia Region in fight against  transnational crime with a focus on counter terrorism, coordinate and facilitate a range of training, including seminar and workshop for law enforcement agency. As administration and security officer, I responsible to conduct administration, coordinate with other law enforcement institutions, and ensure the security of circumstance. And then I reported that all I have done to director administration of JCLEC, he is Indonesian whose rank senior super intendant. With my 5 members, I conducted my duty for 16 months. There were so many interesting experiences along this assignment as it was the first time for me to work with foreigners. Actually, there some countries not only in southeast Asia that placed their representative in JCLEC. They are United Kingdom, Canadian, Germany and European Commission. In our professionalism, we can share our experiences, cultures and arts.

On November 20th 2010, I joined Indonesian Higher Education (PTIK), after had passed a range of test. Of course, I am proud to be one of the STIK students, because not all Indonesian police academy graduated can joined PTIK at the first chance.

As we know INP had been running some program of increasing their performance in serving and protecting people. They are reforming the structure set, infrastructure set and culture set. INP had been reforming structure and infrastructure set so well, but not in reforming culture set. And one of the best ways to reform the culture set is through Education Department of INP.

In the same way, PTIK provide education to be a higher education that can be proud, reliable and be the center of police assessments and the development of police science and technology, in order to produce many professional and immoral INP Police officer that capable in developing and applying science and technology in the police duties to maintenance security and public order, law enforcement, and protect and serve the public.

Through PTIK, I try to study hard and open my mind to realize the vision of STIK in supporting The INP reformation. And of course, I would not do alone, I will invite all of colleagues to aware and learn together seriously, to build capacity, in addition, of course, to increase faith to the God Almighty, so that after graduating STIK, we will be agents of change in protecting and maintaining the INP reform.

In the end, when we become principal officer or leaders INP have authority, we will run some policies that are decided in a democratic manner, so that the vision of INP for become a professional institution, humanist, civilized, trusted and loved by the public come true.

That’s all

Best regard,

Ardi Kurniawan

 
2 Comments

Posted by on April 10, 2011 in Jalan Hidupku / My Way

 

Tags: , , , , , ,

Jadwal Perdelapan Final Piala Dunia FIFA 2010

Amerika Serikat 1 : 2 Ghana – Rekap
Uruguay 2 : 1 Korea Selatan – Rekap

Pertandingan mendatang:
Jerman vs. Inggris – 27 Jun 21.00
Argentina vs. Mexico – 28 Jun 01.30
Netherlands vs. Slovakia – 28 Jun 21.00
Brazil vs. Chili – 29 Jun 01.30
Paraguay vs. Jepang – 29 Jun 21.00
Spanyol vs. Portugis – 30 Jun 01.30
Semua waktu adalah WIB

 
Leave a comment

Posted by on June 27, 2010 in Olahraga / Sport

 

Tags: ,

Mari dukung program e-KTP Indonesia !!!!!!

Jakarta – Perkembangan teknologi yang pesat dan derap langkah kehidupan yang cepat menuntut kemudahan layanan pemerintah dan bisnis sekaligus jaminan keamanan data identitas penduduk yang menerima layanan. KTP menjadi dasar bagi banyak layanan keseharian seperti layanan perbankan, pembuatan SIM, asuransi kesehatan, penerbangan dan lainnya.

Bahkan, untuk pertama kali KTP telah digunakan sebagai kartu pemilih dalam Pemilihan Umum Presiden tahun 2009. KTP yang demikian lekat dengan kehidupan sehari-hari memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya sebagai alat bukti diri penduduk tetapi juga sebagai dasar bagi pembentukan basis data kependudukan yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan, Pemilu, pembinaan tenaga kerja, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan keamanan negara.

Serangan teroris terhadap hotel JW Marriott pada tanggal 17 Juli 2009 dilakukan oleh pelaku yang mengantongi KTP palsu. Seorang penjebol rekening bank ditangkap oleh Polisi dan ditemukan memiliki lima buah KTP yang berbeda pada tanggal 25 Juli 2009. Telah disita sebanyak 88.000 KTP palsu sepanjang tahun 2008 di DKI Jakarta.

Tentunya kita tidak menginginkan keamanan negara terganggu karena dimungkinkannya memperoleh KTP palsu dan ganda. Tetapi pada saat yang sama, KTP tetap mudah diperoleh dan digunakan secara sah oleh penduduk yang berhak atas KTP tersebut. Bahkan, KTP dapat berlaku secara nasional sehingga penduduk yang memerlukan mobilitas tinggi antar daerah tidak harus memiliki banyak KTP lokal.

Lahirnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan adalah langkah awal yang sangat penting bagi negara untuk melakukan penertiban terhadap penerbitan dokumen kependudukan dan pembangunan basis data kependudukan. Dalam Pasal 63 Ayat 1 UU No. 23 Tahun 2006, disebutkan bahwa penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 KTP.

Untuk dapat mengelola penerbitan KTP yang bersifat tunggal dan terwujudnya basis data kependudukan yang lengkap dan akurat diperlukan dukungan teknologi yang dapat menjamin dengan tingkat akurasi tinggi ketunggalan identitas seseorang dan kartu identitas yang memiliki metoda autentikasi kuat dan pengamanan data identitas yang tinggi untuk mencegah pemalsuan dan penggandaan.

Dalam tulisan ini, penulis akan membahas unsur-unsur teknologi untuk mendukung terselenggaranya tertib administrasi kependudukan dengan penerapan KTP berbasis NIK secara nasional yang dilengkapi dengan sidik jari dan chip atau disebut sebagai e-KTP, dan terbangunnya database kependudukan yang lengkap dan akurat sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan antara lain: perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan, Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah, proyeksi penduduk setiap wilayah, verifikasi kebenaran berbagai dokumen dan data kependudukan.

Nomor Induk Kependudukan

Nomor identifikasi nasional digunakan oleh banyak negara seperti Amerika Serikat, Brasil, Belgia, Spanyol, Afrika Selatan, Malaysia dan China untuk keperluan pendaftaran penduduk, pelayananan pajak, jaminan kesehatan, pendidikan dan jaminan sosial. Nomor ini pada umumnya diberikan kepada penduduk ketika lahir atau mencapai umur dewasa 16 – 18 tahun.

Nomor identifikasi nasional dibentuk dalam berbagai format. Di China, nomor identifikasi nasional memiliki 18 digit dengan format RRRRRRYYYY1937MMDDSSSC yang diberikan kepada semua warga negara yang berusia 16 tahun ke atas. RRRRRR merupakan kode wilayah di mana seseorang lahir, YYYYMMDD adalah tanggal lahir, SSS adalah angka urutan bagi orang-orang yang lahir pada tanggal dan tempat yang sama. Angka urutan ganjil untuk laki-laki dan genap untuk perempuan. Huruf terakhir C merupakan nilai checksum dari 17 digit di muka.

Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan memuat pengaturan dan pembentukan sistem yang mencerminkan adanya reformasi di bidang Administrasi Kependudukan. Salah satu hal penting adalah pengaturan mengenai penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK adalah identitas Penduduk Indonesia dan merupakan kunci akses dalam melakukan verifikasi dan validasi data jati diri seseorang guna mendukung pelayanan publik di bidang Administrasi Kependudukan.

Sebagai kunci akses dalam pelayanan kependudukan, NIK dikembangkan ke arah identifikasi tunggal bagi setiap Penduduk. NIK bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia dan berkait secara langsung dengan seluruh Dokumen Kependudukan. Pada Pasal 13 Ayat (3) UU No. 23 Tahun 2006 disebutkan bahwa NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicantumkan dalam setiap Dokumen Kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan paspor, surat izin mengemudi, nomor pokok wajib pajak, polis asuransi, sertifikat hak atas tanah, dan penerbitan dokumen identitas lainnya.

NIK terdiri dari 16 (enam belas) digit terdiri atas:
a.6 (enam) digit pertama merupakan kode wilayah provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan tempat tinggal pada saat mendaftar;
b.6 (enam) digit kedua adalah tanggal, bulan, dan tahun kelahiran dan khusus untuk perempuan tanggal lahirnya ditambah angka 40; dan
c.4 (empat) digit terakhir merupakan nomor urut penerbitan NIK yang diproses secara otomatis dengan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan).

Sebagai contoh seorang wanita pemilik KTP di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat yang lahir pada tanggal 27 Nopember 1976 memiliki NIK 1371016711760003.

KTP Bersidik Jari dan Chip

Bagaimana mewujudkan KTP yang tunggal bagi setiap penduduk sehingga NIK bisa menjadi kunci akses bagi penduduk untuk mendapatkan layanan publik baik oleh pemerintah maupun swasta? Teknologi berperan penting dalam mendukung terwujudnya identitas tunggal penduduk. Dalam hal ini, setiap manusia memiliki ciri-ciri fisik khusus yang unik dan dapat menunjukkan ketunggalan identitas seseorang dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Ciri-ciri fisik tersebut dikenal sebagai biometrik. Ada beberapa macam biometrik yang dapat digunakan untuk menentukan identitas seseorang yaitu ciri-ciri retina atau iris, pengujian DNA, geometri tangan, pola vascular, pengenalan wajah, suara dan tanda tangan. Dari berbagai biometrik ini, sidik jari memiliki dua karakteristik penting yaitu (1) sidik jari memiliki ketetapan bentuk seumur hidup manusia (Prabhakar 2001); dan (2) tidak ada dua sidik jari yang sama (Pankanti 2002). Di samping itu, pengambilan dan pemadanan sidik jari cukup mudah dilakukan dan tidak memakan biaya mahal dibandingkan dengan jenis biometrik yang lain.

Untuk meningkatkan keamanan kartu identitas dari pemalsuan dan penggandaan, data sidik jari beserta biodata, pas photo dan gambar tanda tangan disimpan dalam keadaan terenkripsi dan bertanda tangan digital ke dalam sebuah chip untuk keperluan identifikasi jati diri seseorang. Pembacaan dan penulisan kartu dilakukan melalui proses autentikasi dua arah antara kartu dan perangkat pembaca elektronik.

NIK, nama dan data lainnya di dalam chip dapat dibaca secara elektronik. Kartu identitas tersebut juga dilengkapi dengan fitur keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design. KTP berbasis NIK yang dilengkapi dengan sidik jari dan chip atau disebut sebagai e-KTP berukuran sebesar kartu kredit atau ATM.

e-KTP yang saat ini tengah digodok pemerintah bakal jauh lebih canggih dari KTP yang kita gunakan sekarang. Dibenamkan chip mungil di dalamnya, e-KTP pun sudah merekam sidik jari pemiliknya.

Dijelaskan Husni Fahmi, Kepala Program e-KTP dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), latar belakang pembuatan e-KTP ini berasal dari UU 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa di dalam KTP itu harus memiliki kode keamanan dan rekaman elektronik.

Nah, kode keamanan di e-KTP itu sidik jari, sedangkan rekaman elektronik itu chip. Inilah yang paling membedakan e-KTP dengan KTP yang kita gunakan sekarang,” tuturnya kepada detikINET, Rabu (30/12/2009).

Husni menambahkan, nantinya ada 10 jari yang direkam dari penduduk yang kemudian akan dikirim ke data center kependudukan di Jakarta. Lalu selanjutnya adalah dilakukan proses pemadanan (identifikasi) untuk memastikan bahwa sidik jari tersebut tunggal atau belum terdaftar sebelumnya.

“Kalau terbukti tunggal maka akan direspon ke sistem bahwa data ini memang tunggal (belum didaftarkan sebelumnya-red.), kemudian bakal direkam ke chip yang disematkan ke e-KTP. Kalau data sidik jari ketahuan ganda, maka tidak bisa diproses,” lanjutnya.

Meski ada 10 sidik jari yang direkam, namun yang dibenamkan ke chip di e-KTP itu hanya 2 jari, yakni kedua jari telunjuk.

e-KTP memang merupakan program milik Departemen Dalam Negeri. Namun dalam pelaksanaannya, proyek ini mendapat bantuan dari BPPT untuk hal teknologi, Lembaga Sandi Negara, serta Institut Teknologi Bandung.

( ash / faw/ detik.net)

(Dr Husni Fahmi/Kepala Program Sistem Informasi Administrasi Kependudukan /SIAK – BPPT)

Keeeerrreeeeennn….. !!!!!

its cool bro ……

Salut gw buat program e-KTP oleh  yang sedang dikerjakan oleh Depdagri melalui BPPT ……….!!!!!

Walaupun masih banyak pro kontra tentang program ini, baik dalam hal kurang maksimalnya teknologi yang dibenamkan dalam e-KTP ini sehingga diperkirakan nantinya teknologi ini tidak dapat dikembangkan untuk fasilitas lain seperti SIM, kartu berobat, dll  atau tentang standard internasional yang diterapkan secara sepotong-sepotong dan berbagai hal lainnya.

Bagaimanapun program e-KTP yang mengadopsi teknologi China dan Jerman ini masih dalam tahap ujicoba dengan menyebar 150 ribu e-KTP mulai November 2009 kemarin di 6 kecamatan yang berada di 4 Kota dan 2 Kabupaten yaitu (1) Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang; (2) Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta; (3) Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar; (4) Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar; (5) Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon; dan (6) Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dan program ini masih berjalan sampai dengan sekarang.

Semoga setelah ujicoba ini selesai, dapat dievaluasi hal-hal yang telah dicapai secara komprehensif, sehingga dapat diketahui kendala, hambatan, kelemahan dan lain sebagainya. Dengan mendapat masukan berbagai pihak diharapkan program e KTP ini dapat berjalan dengan baik dan pada akhirnya memiliki  fungsi / nilai pemanfaat  yang maksimal dan optimal demi kesejahteraan bangsa Indonesia.  Tidak hanya E-KTP yang dianggarkan menelan biaya Rp 6,6 Trilyun diperuntukan sebatas sebagai kartu  identitas diri dan sidik jari seperti yang sedang diselenggarakan, tapi lebih luas dari itu dapat dikembangkan teknologinya sebagai Surat izin mengemudi, Catatan Medis, pembayaran, sarana dan prasarana umum seperti MyKad di Malaysa, atau selain identitas diri juga sebagai riwayat kesehatan, sertifikat kewenangan, pass perbatasan, dan pelayanan online seperti e-ID di Thailand, atau bakhan sebagai riwayat bantuan langsung tunai yang sedang digalakkan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu.

Hal ini merupakan langkah awal yang mantap dalam mewujudkan “efisiensi” dan memberikan berbagai manfaat bagi penggunanya dalam banyak hal.

Semoga tujuan yang mulia dari program e -KTP  yang sedang diselenggarakan oleh Depdagri melalui BPPT dapat benar – benar tercapai, dan bukanlah isapan jempol belaka……

Amiin……….

Mari kita dukung dan awasi bersama !!!!!!!

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.